Isi Perjanjian Saragosa: Sejarah Lengkap Beserta Latar Belakangnya

Perjanjian Saragosa – Kurang lebih sekitar lima abad yang lalu, negara Spanyol dan Portugis merupakan salah dua negara yang terkenal akan  penjelajahannya mengelilingi dunia untuk mencari bahan rempah-rempah terbaik.

Hal ini dikarenakan lingkungan, iklim, serta cuaca negara Spanyol dan Portugis (kini bernama Portugal) yang dingin, seperti negara-negara Eropa pada umumnya, membuat mereka menjelajahi dunia untuk mencari bahan rempah-rempah yang salah satu khasiatnya dapat dijadikan makanan atau minuman yang dapat menghangatkan tubuh.

Namun, karena beberapa hal membuat kedua negara ini harus membagi wilayah kekuasaan dari penjelajahannya selama ini menjadi dua bagian. Pembagian ini dibahas di salah satu perjanjian antara Spanyol dan Portugis, yaitu Perjanjian Saragosa.

Wilayah Maluku dan Perjanjian Saragosa

saripedia.wordpress.com

Sebenarnya, perjanjian Saragosa (atau disebut juga dengan Perjanjian Zaragoza atau Saragossa) merupakan lanjutan dari perjanjian yang sebelumnya juga sudah pernah melibatkan kedua negara ini, yaitu Perjanjian Tordesillas.

Jadi, salah satu hal yang membuat mengapa Perjanjian Saragosa ini ada adalah pembagian wilayah kekuasaan terutama salah satu wilayah yang menjadi sengketa serta perebutan dari kedua negara ini, yaitu wilayah Maluku.

Memang, saat itu wilayah Maluku terkenal akan sumber daya rempah-rempahnya yang sangat bagus dan berlimpah. Tak heran, kedua negara ini berlomba-lomba untuk menguasai wilayah Maluku dan rempah-rempahnya.

A. Latar Belakang Perjanjian Saragosa (Perjanjian Saragossa/Perjanjian Zaragoza)

Kedatangan Portugis Perjanjian Saragosa

mediasejarahchoy.blogspot.com

Latar belakang terjadinya Perjanjian Saragosa ini bermula dari kehadirannya para penjelajah bangsa Portugis yang saat itu berada dibawah komando dari Alfonso d’Albuquerque. Saat itu, pasukan Alfonso d’Albuquerque tiba dan menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di tanah Maluku pada tahun 1512.

Kehadiran para bangsa Portugis inipun ternyata disambut dengan hangat oleh masyarakat dan Raja dari Kerajaan Ternate. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata, saat itu Kerajaan Ternate sedang terlibat konflik dan peperangan dengan Kerajaan Tidore.

BACA JUGA:  Isi Perjanjian Roem Royen: Sejarah Lengkap Beserta Latar Belakangnya

Kedatangan pasukan dari Portugis ini langsung disambut dengan baik oleh Raja Ternate dengan harapan Alfonso d’Albuquerque beserta pasukannya mau membantu dan melindungi tentara dan Kerajaan Ternate dari serangan Kerajaan Tidore.

Akhirnya, disepakatilah sebuah kesepakatan dimana para tentara dan penjelajah dari Portugis ini akan membangun sebuah benteng untuk memperkuat kekuatan Kerajaan Ternate, dan nantinya bangsa Portugis dalam memonopoli perdagangan di wilayah tersebut.

Kedatangan Spanyol Perjanjian Saragosa

alifurusupamaraina.blogspot.com

Namun, Sembilan tahun setelah itu, tepatnya pada tahun 1521 pra penjelajah dan tentara dari bangsa Spanyol tiba di wilayah Maluku, tepatnya di wilayah Tidore. Kedatangan bangsa Spanyol ini ternyata menimbulkan konflik lanjutan karena pihak Spanyol membantu Kerajaan Tidore.

Maka ketika itu, mucullah dua kubu yang saling berkonflik dengan kepentingannya masing-masing. PIhak Kerajaan Ternate yang dibantu oleh bangsa Portugis serta pihak Kerajaan Tidore yang dibantu oleh bangsa Spanyol.

Tetapi, kedatangan Spanyol ini berimbas terhadap tudingan dari kedua pihak yang menganggap pihak lawan telah melanggar isi dari Perjanjian Tordesillas.

Karena kondisi semakin tidak baik, oleh karena itu Portugis dan Spanyol akhirnya membuat dan menandatangani perjanjian baru, yakni Perjanjian Saragosa. Perjanjian ini sesuai dengan namanya, diadakan di kota Zaragoza, Spanyol, pada tahun 1529.

 

B. Isi Perjanjian Saragosa (Perjanjian Saragossa/Perjanjian Zaragoza)

Isi Perjanjian Saragosa Zaragoza

commons.wikimedia.org

Lalu, apa isi Perjanjian Saragosa ini? Isi Perjanjiian Saragosa yang disepakati pada tanggal 22 April 1529 dan ditandatangani oleh Raja John Ketiga dan Kaisar Charles Kelilma adalah:

  1. Bangsa Spanyol (para tentara dan penjelajah) harus pergi dari wilayah Maluku. Tidak boleh melakukan aktivitas di wilayah Maluku dan diharuskan melakukan kegiatan perdagangan di wilayah Filipina.
  2. Bangsa Portugis berhak atas wilayah kekuasaannya di wilayah Maluku dan berhak untuk melakukan aktivitas perdagangan di situ.

 

C. Pasca Perjanjian Saragosa (Perjanjian Saragossa/Perjanjian Zaragoza)

Perjanjian Saragosa Zaragoza

rezaadjiefirmansyah.blogspot.com

Setelah isi Perjanjian Saragosa ini disepakati oleh pihak Portugis dan Spanyol, terdapat beberapa dampak dari perjanjian ini, yaitu:

  1. Wilayah Maluku menjadi salah satu pusat perdagangan yang terkenal dan memiliki pertumbuhan yang pesat.
  2. Namun, keuntungan dari wilayah Maluku dengan perdangannya yang terus tumbuh tersebut mayoritas hanya dirasakan oleh pihak Portugis yang mulai menancapkan kekuatan monopolinya di wilayah Maluku.
  3. Orang-orang yang dulunya menganggap bumi itu datar sekarang mengganggap bahwa bumi itu bulat. Hal ini dikarenakan pihak Spanyol yang berhasil tiba di Maluku padahal berdasarkan Perjanjian Tordesillas kedua bangsa ini mengambil arah keberangkatan yang berbeda.Spanyol pergi ke arah Barat dari Benua Eropa, dan Portugis sebaliknya, pergi kea rah Timur dari Benua Eropa. Tetapi, pada akhinya para tentara dan penjelajah bangsa Spanyol ini mengeliling bumi dan sampai juga di wilayah yang sama dengan bangsa Portugis, yaitu Maluku.
BACA JUGA:  Isi Perjanjian Bongaya: Sejarah Lengkap Beserta Latar Belakangnya

D. Rempah-rempah di Tanah Maluku

Rempah-rempah di Tanah Maluku

alifurusupamaraina.blogspot.com

Seperti yang sudah disebutkan di paragraf-paragraf sebelumnya, salah satu alasan mengapa bangsa Portugis dana Sspanyol ingin menguasai wilayah Maluku adalah ketersediaan rempah-rempah yang sangat berlimpah.

Lalu, jenis rempah-rempah apa sajakah yang berada di Maluku?

Sesuai dengan sebutannya, Maluku adalah Pulau Rempah-rempah (The Islands of Spices). Rempah-rempah yang banyak ada di wilayah Maluku adalah cengkeh dan pala.

Dikarenakan langkanya dua jenis rempah ini di dunia, membuat bangsa Portugis dan Spanyol setelah sampai di Maluku ingin memonopoli rempah-rempah ini.

Namun, berdasarkan beberapa catatan sejarah ternyata bukan bangsa Portugis atau Spanyol yang pertama kali ingin memonopoli dan menguasai sumber daya cengkeh dan pala.

Tercatat bangsa China (Tiongkok), bangsa Gujarat (India), dan bangsa Arablah yang pertama kali menjual sumber daya rempah-rempah ini ke berbagai belahan dunia lainnya.

 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. 😉

Leave a Reply