Isi Perjanjian Tordesillas: Sejarah Lengkap Beserta Latar Belakangnya

Perjanjian Tordesillas – Di akhir abad 14, bisa dikatakan merupakan saat dimana awal dari pelayaran besar-besaran yang dilakukan oleh para penjelajah dari bangsa Portugis dan bangsa Spanyol. Memang ketika itu sumber daya serta teknologi dari kedua bangsa ini sudah sangat maju sehingga membuat Portugis dan Spanyol menjadi yang terdepan dalam urusan penjelajahan dunia.

Alasan lain dari penjelajahan bangsa Portugis dan Spanyol adalah keinginan dan kebutuhan akan rempah-rempah yang tidak mereka temukan di negaranya serta benua Eropa membuat mereka mau tidak mau menjelajah ke benua dan negara lain untuk menemukan rempah-rempah tersebut.

Peta Dunia dan Perjanjian Tordesillas

nzmaxoo.blogspot.com

Selain itu, motif lain seperti penyebaran agama (gospel) dan menguasai wilayah negara lain untuk memperluas teritori kekuasaan (glory) juga menjadi salah dua alasan utamanya.

Namun, terdapat masalah yang nantinya akan menjadi latar belakang dari munculnya Perjanjian Tordesillas ini. Apakah itu? Pembagian wilayah kekuasaan serta jalur pelayaranlah yang membuat kedua kubu ini saling berseteru.

Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap latar belakang dari Perjanjian Tordesillas serta apa saja isi Perjanjian Tordesillas ini.

A. Latar Belakang Perjanjian Tordesillas

Perjanjian Tordesillas, atau disebut juga dengan istilah Tordesillas Treaty (Inggris) dan Tratado de Tordesilhas (Portugis), merupakan perjanjian yang melibatkan dua pihak, yaitu negara Portugis dan negara Spanyol.

Sesuai dengan namanya, perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 7 Juni 1494 ini dilakukan di suatu daerah yang bernama Tordesillas. Dan Perjanjian Tordesillas ini disahkan di Setúbal.

Perjanjian ini bermula dari kebingungan serta konflik antara Portugis dan Spanyol dalam pembagian wilayah serta jalur pelayarannya menuju luar benua Eropa (penjelajah ke dunia baru atau New World). Agar tidak terjadi kebingungan serta adanya pembagian yang adil, maka muncullah Perjanjian Tordesillas ini.

Selain itu, Perjanjian Tordesillas juga dimaksudkan untuk memecahkan sengketa serta kebingungan yang muncul setelah kembalinya Christoper Columbus beserta krunya yang telah berlayar dari Crown of Castile.

BACA JUGA:  Isi Perjanjian Kalijati: Sejarah Lengkap Beserta Latar Belakangnya

Lalu, dalam perjalanannya menuju kembali ke negara Spanyol, Christoper Columbus lebih dulu sampai ke Lisbon, Portugal. Di kota Lisbon itulah Columbus bertemu dengan Raja John Kedua dan memintanya untuk melihat tanah baru yang baru saja dia temukan.

Setelah belajar dari pengalaman pelayaran menuju Castilian (Kastila), Raja John Kedua mengirimkan sebuah surat ancaman kepada Monarki Katolik (Catholic Monarchs) yang berisikan bahwa sesuai dengan Perjanjian Alcacovas pada tahun 1479 (disahkan tahun 1481) seharusnya seluruh wilayah Selatan dari pulau Canary adalah milik Portugal.

Selain itu, Raja Portugis itu juga menyatakan bahwa dia sudah membangun armada perang yang dipimpin oleh Francisco de Almeida dan akan diberangkatkan untuk mengambil kepemilikan tanah baru.

Setelah membaca dari Raja John Kedua tersebut, pihak dari Monarki Katolik akhirnya mencari cara secara diplomatik setelah sadar tidak memiliki kekuatan militer yang seimbang dengan armada yang telah dikerahkan oleh Raja John.

Akhirnya, pada tanggal 4 Mei 1493 Paus Alexander VI (Rodrigo Borgia), memutuskan bahwa seluruh tanah dan wilayah dari Barat dan Selatan dari salah satu pulau Azores atau pulau Cape Verde seharusnya menjadi miliki Castile, tetapi wilayah yang berada di bawah kekuasaan Monarki Katolik hingga Natal tahun 1492 tidak boleh disentuh.

Tetapi, pada Paus Alexander VI tidak menyatakan dan menyebut sama sekalipun Portugal, sehingga Portugal tidak dapat mengklaim kepemilikan tanah baru meskipun mereka berada di Timur garis yang telah disepakati.

Kemudian, dalam surat Dudum Siquidem dengan judulnya Extension of the Apostolic Grant and Donation of the Indies pada tanggal 25 September 1493 disebutkan bahwa seluruh daratan utama beserta pulau-pulau yang saat itu belum menjadi milik India akan diserahkan kepada Spanyol.

Raja John Kedua pun tidak senang dengan keputusan dan peraturan dari surat tersebut. Karena itu berarti wilayah yang bisa dikuasai hanya sedikit dan bahkan bisa mencegah mereka untuk menguasai wilayah India.

Di tahun 1493, para penjelajah Portugis berhasil sampai di ujung Selatan benua Afrika, yaitu Tanjung Harapan. Tetapi, para penjelajah Portugis ini tidak mungkin untuk berperang merebut pulau-pulau tersebut dengan pihak Columbus.

BACA JUGA:  Isi Perjanjian Tuntang: Sejarah Lengkap Beserta Latar Belakangnya

Karena Paus Alexander VI yang tidak juga merubah keputusan awalnya, membuat Raja John mengadakan negoisasi langsung dengan pihak Monarki Katolik, yaitu dengan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.

Negoisasi ini membahas keinginan Raja John memindahkan garis persetujuan awal ke arah Barat sehingga pihak Portugis dapat mengklaim tanah baru yang berada di wilayah Timur.

B. Isi Perjanjian Tordesillas

 

C. Pasca Perjanjian Tordesillas

 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. 😉

 

One Response

  1. cara negosiasi bisnis 6 February 2017

Leave a Reply