50+ Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Keliru dalam Pengucapan dan Penulisannya

Kata baku dan kata tidak baku, dua hal yang terkadang luput dalam perhatian kita ketika sedang menulis. Entah menulis suatu tulisan yang bersifat formal, seperti menulis makalah, surat administrasi, atau skripsi, maupun tulisan yang bersifat tidak terlalu formal, seperti menulis di blog pribadi atau sekadar bertukar pesan instan dengan teman.

Ketika kita sedang menulis tulisan bersifat formal maka kata baku merupakan hal yang harus kita perhatikan dan kita pakai dengan cermat. Sedangkan ketika kita menulis tulisan yang tidak terlalu formal memakai kata baku adalah pilihan yang bisa kita pakai.

Kata baku dan tidak baku menjadi hal yang penting. Apalagi di zaman sekarang, ketika arus informasi mengalir dengan sangat deras, sudah hal yang lazim kita menemukan tulisan-tulisan yang muncul di dunia maya (internet) yang terkadang lupa memperhatikan dan menggunakan kata-kata baku sesuai kaidahnya.

Hal seperti itu sebenarnya bukanlah suatu masalah serius jika hanya muncul di tulisan yang tidak bersifat formal, tetapi menjadi suatu masalah karena banyak media-media besar yang terkadang masih lupa memakai kata-kata baku yang sesuai dengan kaidah.

Maka tak heran jika kita banyak menemukan kekeliruan yang muncul di masyarakat Indonesia ketika sedang mengucapkan dan menuliskan beberapa kata yang tidak baku. Nahasnya, kebanyakan dari masyarakat menganggap kata-kata tidak baku tersebut adalah kata baku karena kata-kata tersebut sudah sering diucapkan dan dilafalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, apa sebenarnya kata baku itu?

Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan, Atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata. (Sumber: pengertianku.net)

Lalu, apa saja contoh kata-kata tidak baku yang sering tertukar dengan kata baku dalam penulisan maupun pengucapannya?

 

1. Aktifitas atau Aktivitas?

Kata Baku Dan Tidak Baku Aktivitas.

Mungkin kita mengira kata yang baku adalah aktifitas, diambil dari kata aktif. Padahal kata yang baku adalah aktivitas.

Aktivitas berarti keaktifan atau kegiatan.

2. Ameba atau Amoeba?

Kata Baku Dan Tidak Baku | Ameba

Kata di atas sering kita jumpai ketika sedang mempelajari biologi atau hal-hal yang berhubungan dengan binatang bersel satu. Memang dalam bahasa latin istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan protista yang bergerak dengan pseudopodia ini adalah Amoeba.

Tetapi kata yang baku dan berada di dalam KBBI adalah ameba, bukan amoeba.

3. Amfibi atau Amphibi?

Kata Baku Dan Tidak Baku Body Text Amfibi.

Ketika kita belajar biologi kita diberi tahu bahwa katak dan kodok termasuk ke dalam kelas Amphibi. Binatang berdarah dingin yang dapat hidup di dua alam, yakni air dan darat.

Tetapi kata yang baku dan berada di dalam KBBI adalah amfibi, bukan amphibi.

4. Andal atau Handal?

Kata Baku Dan Tidak Baku Andal.

Kalau kita pernah menemukan kalimat “Pemain baru handal Manchester United dari Spanyol” di sebuah artikel berita sepak bola berarti ada yang kata yang tidak baku dalam kalimat tersebut.

Karena kata yang baku adalah andal, bukan handal.

5. Antre atau Antri?

Kata Baku Dan Tidak Baku Antre.

“BARIS SESUAI ANTRIAN”

Kalimat di atas acap kali kita temukan di depan loket-loket. Padahal, kata yang baku adalah antre. Sehingga seharusnya kalimat di atas adalah “BARIS SESUAI ANTREAN”.

6. Apotek atau Apotik?

Kata Baku Dan Tidak Baku Apotek.

Pernah melihat plang yang bertuliskan “APOTIK SEHAT JAYA”? Atau yang semacamnya?

Padahal kata yang baku adalah apotek, bukan apotik. Juga tidak ada yang namanya apotiker, tetapi yang ada adalah apoteker (orang yang ahli dalam ilmu obat-obatan atau farmasi).

7. Asar atau Ashar?

Kata Baku Dan Tidak Baku Asar.

Mungkin kita sering keliru mengira kata Ashar merupakan kata yang baku. Padahal kata Ashar masih merupakan kata serapan bahasa Arab dan kata yang baku dan ada di dalam KBBI adalah kata Asar.

Jangan lupa juga setiap menulis kata Asar pastikan kata depannya ditulis dengan huruf besar (‘A’) yah.

8. Asas atau Azaz?

Kata Baku Dan Tidak Baku Asas.

Negara Kesatuan Republik Indonesia berasaskan Pancasila.

Sudah bakukah kata ‘berasaskan’ pada kalimat di atas?

Ya, asas merupakan kata yang baku sehingga kata berasaskan pada kalimat di atas sudah benar.

9. Atlet atau Atlit?

Kata Baku Dan Tidak Baku Atlet.

Kita masih sering menemukan beberapa artikel di koran maupun liputan berita olahraga di televisi yang menuliskan kata atlet dengan atlit.

Padahal kata yang baku adalah atlet bukan kata atlit.

Juga yang baku adalah kata seperti atletik (cabang olahraga) bukan atlitik.

Baca Juga: 50 Stadion Terbesar di Dunia, Salah Satunya Berada di Indonesia.

10. Adzan atau Azan?

Kata Baku Dan Tidak Baku Azan.

“Saatnya Adzan Maghrib Bagi Wilayah Jakarta dan Sekitarnya.”

Pernah melihat kalimat di atas di televisi-televisi ketika sudah masuk waktu Magrib?

Padahal, dalam kalimat tersebut pemakaian kata adzan tidaklah baku. Kata yang baku adalah azan.

Azan berarti seruan untuk mengajak orang melakukan salat.

 

11. Bengap atau Bengep?

Kata Baku Dan Tidak Baku Bengap.

Bengap atau bengep?

Ya, tidak ada yang salah karena kedua kata tersebut adalah kata yang baku.

Bengap artinya tidak nyaring atau jernih. Bisa juga berarti bimbang.

Sedangkan bengep artinya bengkak-bengkak (muka) atau sembap.

Mungkin yang biasanya tertukar adalah ketika kita ingin mengatakan muka yang bengkak-bengkak dengan kalimat “Mukanya bengap”, padahal seharusnya kata yang tepat untuk dipakai di kalimat seperti itu adalah bengep.

12. Cabai atau Cabe?

Kata Baku Dan Tidak Baku Cabai.

Mungkin karena sekarang sedang marak istilah ‘cabe-cabean’ membuat kita yakin bahwa cabe merupakan kata yang baku. Atau ketika sedang berbelanja di pasar kita jarang mendengar orang memakai kata cabai tetapi cabe hijau, cabe merah, cabe rawit, dll.

Padahal cabe merupakan kata tidak baku dan kata yang baku adalah cabai.

13. Dekret atau Dekrit?

Kata Baku Dan Tidak Baku Dekret.

Mungkin kita pernah membaca suatu tulisan sejarah tentang Dekrit Presiden Soekarno Tanggal 5 Juli 1959, yang berisi tentang pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD 1945.

Padahal kata yang baku adalah dekret bukan dekrit. Sehingga yang tepat adalah Dekret Presiden 5 Juli 1959.

Dekret sendiri berarti keputusan (ketetapan) atau perintah yang dikeluarkan oleh kepala negara, pengadilan, dan sebagainya.

14. Duren atau Durian?

Kata Baku Dan Tidak Baku Durian.

Buah yang memiliki nama latin Durio zibethinus dan terkenal dengan baunya yang khas ini kata bakunya adalah durian. Bukan duren.

Beberapa durian yang terkenal adalah durian monthong, durian musang king, durian medan, dll.

15. Elit atau Elite?

Kata Baku Dan Tidak Baku Elite.

“Wah perumahan elit itu mah”

“Dia itu dari keluarga elit loh, orang tuanya kaya banget”

Kita masih sering salah (atau kurang satu huruf) dalam menuliskan kata elit. Padahal tidak ada kata elit dalam KBBI melainkan kata elite.

Elite memiliki arti orang-orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok atau kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (seperti kaum bangsawan dan cendekiawan).

Selain itu kata elite sering digunakan mengikuti kata-kata seperti kawasan, perumahan, dan perkantoran (menggambarkan tempat di mana orang-orang terbaik/terpandang berada).

16. Embus atau Hembus?

Kata Baku Dan Tidak Baku Embus.

Kira-kira yang benar “mengembuskan napas terakhir” atau “menghembuskan napas terakhir”?

Ya, yang benar dan baku adalah kata mengembuskan. Kata dasarnya adalah embus.

Mungkin kita masih sering keliru memakai kata embus karena terbiasa mendengar dan memakai kata menghembuskan. Padahal tidak ada kata dasar hembus di dalam KBBI.

17. Faksimile atau Faksimili?

Kata Baku Dan Tidak Baku Faksimile.

Mungkin bagi generasi Z (dikenal juga dengan istilah Net Gener) kata faksimile asing terdengar di telinga mereka.

Faksimile, yang berarti mesin faks (dari kata faximile) adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi melalui jaringan telepon dengan hasil yang serupa dengan aslinya. (Sumber: Wikipedia)

Dan memang kata faksimile ini merupakan kata yang baku dan berada di KBBI. Meskipun begitu masih ada beberapa orang yang menulis kata faksimile dengan faksimili.

18. Familiar atau Familier?

Kata Baku Dan Tidak Baku Familier.

“Wah sepertinya aku familiar sama muka anak yang tadi”.

Kira-kira kalimat di atas sudah benar belum ya? Ternyata kata baku dari familiar adalah familier.

Selain itu kita masih sering keliru dalam mengartikan kata familier sebagai kata ‘kenal’ atau ‘mirip’. Padahal arti dari familier adalah akrab atau bersifat kekeluargaan..

19. Gubug atau Gubuk?

Kata Baku Dan Tidak Baku Gubuk.

Biasanya kita menyebut satu rumah kecil yang biasanya terletak di pinggiran kota atau di pedalaman desa dengan sebutan gubug. Padahal kata yang baku dari gubug adalah gubuk.

Selain itu kita juga sering mendengar kata gubug reyot, yang berarti rumah kecil yang sudah hampir roboh atau rusak.

20. Hadits atau Hadis?

Kata Baku Dan Tidak Baku Hadis.

Hadis merupakan kata baku dan sudah tercantum di dalam KBBI. Hadis sendiri menurut KBBI sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam.

Sedangkan kata hadits bukanlah kata baku dan merupakan kata serapan dari bahasa Arab.

21. Hafal atau Hapal?

Kata Baku Dan Tidak Baku Hafal.

Yang benar menghafal atau menghapal?

Dalam penggunaan kata ini kita sering terkecoh dengan menggunakan kata hapal meskipun kata yang baku dan berada di dalam KBBI adalah kata hafal.

Sehingga kata yang benar adalah hafal dan menghafal, bukan hapal dan menghapal.

22. Hierarki atau Hirarki?

Kata Baku Dan Tidak Baku Hierarki.

Yang baku dan benar adalah kata hierarki.

Hierarki menurut KBBI berarti urutan tingkatan atau jenjang jabatan (pangkat kedudukan) dan atau organisasi dengan tingkat wewenang dari yang paling bawah sampai yang paling atas.

Ada juga kata menghierarkikan yang berarti membuat tingkatan-tingkatan.

23. Hipotesa atau Hipotesis?

Kata Baku Dan Tidak Baku Hipotesis.

Kata ini sering kita temukan dalam karya tulis ilmiah seperti makalah atau skripsi dan tesis.

Yang benar dan baku adalah kata hipotesis bukan hipotesa.

Hipotesis memiliki arti sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan atau bisa juga diartikan sebagai anggapan dasar.

24. Iduladha atau Idul Adha?

Kata Baku Dan Tidak Baku Iduladha.

 

25. Idulfitri atau Idul Fitri?

Kata Baku Dan Tidak Baku Idulfitri.

26. Ijasah atau Ijazah?

Kata Baku Dan Tidak Baku Ijazah.

27. Himbau atau Imbau?

Kata Baku Dan Tidak Baku Imbau.

28. Indera atau Indra?

Kata Baku Dan Tidak Baku Indera.

29. Insaf atau Insyaf?

Kata Baku Dan Tidak Baku Insaf.

Pernah membaca sebuah tulisan yang bercerita tentang preman yang bertobat? Dan berjudul “Preman Insyaf”?

Padahal, jika cerita tersebut jika ingin memakai kata yang baku maka seharusnya berjudul “Preman Insaf”.

Karena kata baku dari insyaf adalah insaf.

30. Hisap atau Isap?

Kata Baku Dan Tidak Baku Isap.

Pasir hisap atau pasir isap? Menghisap sedotan atau mengisap sedotan? Penghisap madu atau pengisap madu?

Ya, yang benar dan baku adalah kata isap. Sedangkan hisap merupakan kata yang tidak baku.

Salah arti dari kata isap adalah menyedot atau menghirup.

 

31. Isya, atau Isya’?

Kata Baku Dan Tidak Baku Isya.

32. Jemawa atau Jumawa?

Kata Baku Dan Tidak Baku Jemawa.

Terkadang kita masih menggunakan kata jumawa untuk menggambarkan seseorang yang sombong, angkuh, ataupun congkak.

Padahal kata yang baku dan berada di dalam KBBI adalah jemawa, bukan jumawa.

33. Jenasah atau Jenazah.

Kata Baku Dan Tidak Baku Jenazah.

34. Karier atau Karir?

Kata Baku Dan Tidak Baku Karier.

35. Karisma atau Kharisma?

Kata Baku Dan Tidak Baku Karisma.

36. Khotbah atau Khutbah?

Kata Baku Dan Tidak Baku Khotbah.

37. Komplet atau Komplit?

Kata Baku Dan Tidak Baku Komplet.

Kita sering tertukan menggunakan kata komplet dengan komplit. Padahal kata yang baku dan terdapat di dalam KBBI adalah kata komplet.

Mungkin kita mengira kata yang baku adalah komplit sesuai dengan pelafalan kata yang berasal dari serapan bahasa Inggris ini, yaitu complete.

Komplet, menurut KBBI memiliki arti lengkap, genap, atau tidak kurang suatu apapun.

38. Konkret atau Konkrit?

Kata Baku Dan Tidak Baku Konkret.

“Yang konkrit dong kalo jadi orang.”

“Mahasiswa itu harus konkrit!”

“Ngomong doang nih, konkret dong!”

Dari tiga kalimat di atas, kira-kira kata konkret atau konkrit yang benar?

Konkrit? Salah. Kata yang baku adalah konkret. Konkret menurut KBBI berarti nyata atau benar-benar ada.

Jadi, mulai sekarang lakukan hal yang konkret yuk!

39. Kriminologi atau Kriminilogi?

Kata Baku Dan Tidak Baku Kriminologi.

Bagi yang sering menonton salah satu acara televisi, Indonesia Lawak Klub, pasti sudah tak asing dengan sosok yang bernama Maman Suherman. Beliau merupakan lulusan dari jurusan Kriminologi Universitas Indonesia.

Mungkin kita sering tertukar menggunakan kata kriminologi dengan kriminilogi. Entah karena kita sering mendengar kata kriminil sehingga kita menganggap bahwa kata kriminologi merupakan kata yang baku atau karena hal yang lain.

Padahal kata yang baku adalah kriminal dan kriminologi.

Kriminologi sendiri memiliki arti ilmu atau pengetahuan tentang kejahatan dan tindak pidana.

40. Lembab atau Lembap?

Kata Baku Dan Tidak Baku Lembap.

41. Magrib atau Maghrib?

Kata Baku Dan Tidak Baku Magrib.

42. Mahluk atau Makhluk?

Kata Baku Dan Tidak Baku Makhluk.

43. Mencolok atau Menyolok?

Kata Baku Dan Tidak Baku Mencolok.

44. Mengubah atau Merubah?

Kata Baku Dan Tidak Baku Mengubah.

45. Miliar atau Milyar?

Kata Baku Dan Tidak Baku Miliar.

46. Nasehat atau Nasihat?

Kata Baku Dan Tidak Baku Nasihat.

47. Faham atau Paham?

Kata Baku Dan Tidak Baku Paham.

48. Fikir atau Pikir?

Kata Baku Dan Tidak Baku Pikir.

49. Praktek atau Praktik?

Kata Baku Dan Tidak Baku Praktik.

50. Propinsi atau Provinsi?

Kata Baku Dan Tidak Baku Provinsi.

51. Rapor atau Rapot?

Kata Baku Dan Tidak Baku Rapor.

52. Resiko atau Risiko?

Kata Baku Dan Tidak Baku Risiko.

53. Saksama atau Seksama?

Kata Baku Dan Tidak Baku Saksama.

54. Silakan atau Silahkan?

Kata Baku Dan Tidak Baku Silakan.

55. Standar atau Standard.

Kata Baku Dan Tidak Baku Standar.

56. Standarisasi atau Standardisasi?

Kata Baku Dan Tidak Baku Standardisasi.

57. Shubuh atau Subuh?

Kata Baku Dan Tidak Baku Subuh.

58. Nampak atau Tampak?

Kata Baku Dan Tidak Baku Tampak.

59. Jaman atau Zaman?

Kata Baku Dan Tidak Baku Zaman.

60. Dzuhur atau Zuhur?

Kata Baku Dan Tidak Baku Zuhur.

Semoga bermanfaat! 😀

(Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring)

One Response

  1. Anonymous 9 April 2017

Leave a Reply