Endometriosis: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Endometriosis adalah salah satu penyakit radang yang menyerang sistem reproduksi pada kaum hawa (wanita) dan berhubungan erat dengan hormon estradiol atau estrogen.

Radang pada penyakit endometriosis ini merupakan pertumbuhan dari jaringan endometrium yang juga disertai dengan perambatan pada pembuluh darah.

Hal tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan pelvic pain (sakit panggul) dan munculnya tonjolan yang keluar dari rahim atau dikenal juga dengan istilah pertumbuhan ectopic.

A. Pengertian Endometriosis Adalah?

Endometriosis adalah

youtube.com

Lebih lengkapnya, penyakit endometriosis adalah salah satu penyakit atau kelainan ketika endometrium atau lapisan terdalam di dinding rahim tumbuh dan meluruh di luar posisinya (di luar rahim).

Jadi, seperti yang kita sudah ketahui bahwa setiap bulan di dalam tubuh wanita pada umumnya akan melepas suatu hormon yang dapat memicu terjadinya endometrium atau penebalan dinding rahim yang merupakan salah satu tanda sel telur sudah siap untuk dibuahi.

Namun, ketika tidak terjadi pembuahan dan sang wanita tidak hamil, maka secara alami dinding rahim nantinya akan meluruh dan hasil dari luruhan tersebut akan keluar dari dalam tubuh (organ reproduksi wanita) dalam bentuk darah, itulah yang kita sebut dengan menstruasi atau haid.

Endometriosis sendiri terjadi ketika jaringan endometrium ini tumbuh di luar rahim. Ketika endometriosis terjadi, jaringan endometrium akan mengalami penebalan dan meluruh sama seperti dalam haid atau menstruasi pada umumnya.

Tetapi, pada endometriosis darah hasil dari peluruhan endometrium akan mengendap dan tidak bisa dikeluarkan. Hal itu dikarenakan posisi endometrium berada di luar rahim.

Karena terjadi endapan darah, maka besar kemungkinan akan menyebabkan iritasi pada jaringan di sekitarnya. Hingga pada akhirnya bekas iritas atau jaringan parut akan muncul.

B. Gejala-gejala Endometriosis Adalah?

Gejala Endometriosis

bellanyc.com

Seperti penyakit-penyakit yang lainnya, endometriosis juga memiliki beberapa gejala yang dapat memudahkan kita mengetahui apakah kita terkena penyakit ini atau tidak.

BACA JUGA:  10 Manfaat Sayur Sawi untuk Kesehatan Beserta Resep dan Kandungan Nutrisinya

Gejala-gejala yang menyerang pada umumnya tidak dalam tingkatan yang membahayakan, meski begitu tidak menutup kemungkin gejala-gejala yang terjadi dapat mengganggu aktivitas serta menurunkan produktivitas sehari-hari.

Secara umum, gejala yang sering muncul pada kebanyakan kaum wanita yaitu timbulnya rasa sakit yang amat sangat pada bagian bawah perut dan sekitar pinggul maupun panggul (hingga bisa menimbulkan pelvic pain atau sakit panggul).

Gejala rasa sakit ini biasanya akan terasa sangat sekali pada masa-masa sebelum dan selama menstruasi atau haid terjadi. Namun begitu, ada juga wanita yang merasakan rasa sakit sepanjang waktu.

Rasa sakit pada bagian-bagian tersebut kadang juga terasa ketika sedang berhubungan badan dan atau setelahnya, juga ketika sedang buang air besar maupun kecil.

Selain rasa sakit, gejala-gejala yang muncul pada wanita yang terkena endometriosis adalah perut akan terasa kembung, volume darah yang berlebih ketika haid, pendarahan di luar siklus haid, dan terdapat darah pada air seni (urine) dan atau feses.

Gejala-gejala endometriosis yang lainnya adalah mual selama siklus haid, diare, konstipasi, hingga kelelahan.

Salah satu yang sangat penting kita ketahui adalah ketika gejala-gejala di atas sudah muncul segera datang ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit. Agar bisa mendapatkan perawatan lebih lanjut dari dokter dan para tenaga kesehatan.

C. Penyebab Endometriosis Adalah?

Penyebab Endometriosis

crh.ed.ac.uk

Sebab-sebab munculnya jaringan endometrium yang tidak normal dan dapat menyebabkan endometriosis masih belum diketahui secara jelas dan diteliti lebih lanjut.

Tetapi, terdapat penjelasan lain yang menjabarkan mengapa dan bagaimana endometriosis dapat terjadi.

Apa saja penyebab endometriosis?

  • Pindahnya sel-sel endometrium ke bagian tubuh yang lain. Perpindahan sel ini biasanya melalui darah maupun sistem limfatik.
  • Gangguan pada sistem imunitas (kekebalan) tubuh. Sistem imunitas tubuh yang terganggu inilah yang disinyalir menjadi penyebab tidak bisa menghilangkan sel-sel endometrium yang tumbuh dan muncul di luar rahim.
  • Aliran menstruasi yang berbalik arah. Kondisi ini berbeda dengan kondisi menstruasi atau haid yang normal pada umumnya. Kondisi ini disebut juga dengan istilah retrograde menstruation. Pada retrograde menstruation alirah darah haid yang mengandung sel endometrium naik ke tuba falopii dan masuk ke rongga perut.
BACA JUGA:  50 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan dan Kecantikan

Ahli kesehatan yang meneliti penyakit ini juga menemukan beberapa faktor risiko dari penyakit endometriosis. Faktor risiko tersebut adalah:

  • Belum pernah melahirkan sebelumnya.
  • Minum minuman beralkohol.
  • Siklus menstruasi yang singkat.
  • Mengalami menopause pada umur yang lebih tua dari pada normalnya.
  • Mengalami menstruasi pada umur yang lebih muda dari pada normalnya.
  • Faktor gen (keturunan). Risiko terkena endometriosis akan makin meningkat jika terdapat anggota keluarga (terutama ibu atau saudara perempuan) yang juga terkena penyakit endometriosis.

D. Pengobatan Endometriosis Adalah?

Pengobatan Endometriosis

tandamenopause.com

Dikarenakan sebab dari penyakit endometriosis masih belum dapat diketahui dengan jelas, maka cara penyembuhan serta pengobatan endometriosis yang paling terbaik juga masih belum ditemukan.

Oleh karena itu, tujuan dari mengetahui cara penyembuhan serta pengobatan penyakit ini adalah untuk mengurangi gejala-gejalanya, mencegah dari kambuhnya penyakit ini, serta untuk memperlambat pertumbuhan dari jaringan endometrium di luar rahim.

Di bawah ini akan dijelaskan secara rinci apa saja yang harus dilakukan serta dapat dipilih untuk mengobati endometrium berdasarkan dari gejala yang dialami, umur penderita, serta faktor lainnya.

1. Terapi Hormon

Cara pengobatan yang pertama adalah dengan terapi hormon. Terapi hormon ini dipakai untuk mengurangi gejala dari endometriosis dengan cara menghambat produksi hormon estroge di dalam tubuh.

Proses terapi hormon ini akan mencegah pertumbuhan dari sel-sel endometriosis dan bisa dilakukan dengan cara seperti:

a. Terapi Progestin

Yang dimaksud dengan terapi progestin adalah pengobatan yang memakai hormon progestin. Contohnya seperti suntuk (Depo-Provera), kotrasepsi implan, dan juga dengan alat kontrasepsi di dalam rahim (Intrauterine Device).

Dengan terapi progestin ini nantinya dapat menghambat siklus menstruasi dengan cara menahan pertumbuhan dari endometrium. Cara tersebut bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan akibat endometriosis.

b. Hormon Kontrasepsi

Yang dimaksud dengan hormon kontrasepsi adalah pil KB (Keluarga Berencana), koyo KB, serta cincin vagina yang berfungsi untuk menghambat proses penebalan lapisan jaringan endometrium sehingga haid menjadi lebih ringan, cepat berakhir, dan mengurangi rasa sakit dari endometriosis.

BACA JUGA:  10 Manfaat Belimbing Wuluh Bagi Kesehatan dan Kecantikan
c. Analog Hormon Pelepas Gonadotropin

Obat ini bisa digunakan untuk memicu kondisi yang mirip dengan menopause. Sehingga dengan cara ini dapat mengecilkan ukuran dari endometriosis dan haid pun akan terhenti.

d. Danazol

Obat ini bisa digunakan untuk menghambat pertumbuhan dari jaringan endometrium sehingga nantinya dapat mencegah haid dan meringankan gejala endometriosis yang lain.

Obat Donazol ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai opsi pertama untuk mengobati dan meringankan penyakit endometriosis. Hal ini dikarenakan Donazol memiliki efek samping yang cukup serius.

Selain itu, efek samping dari Donazol juga bisa berbahaya untuk keselataman dan kesehatan janin jika diminum ketika sedang hamil.

e. Antiprogestogen

Cara yang terakhir adalah dengan mengonsumsi hormon sintetis ini, yaitu antiprogestogen. Hormon sintetis ini berfungsi untuk melepaskan gonadotropin.

Tetapi karena efek samping dari antiprogestogen yang sangat berat sebaiknya cara ini dijadikan opsi yang terakhir ketika cara lainnya tidak atau belum berhasil.

2. Operasi Pengangkatan Endometriosis

Cara yang kedua adalah operasi. Opsi bisa dipilih ketika opsi terapi hormon tidak berhasil. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat jaringan endometriosis dan jaringan parut.

Bagi para wanita yang mengidap endometriosis dan masih ingin mempunyai keturunan, direkomendasikan untuk melakukan operasi pengangkatan jaringan endometriosis dengan dua (2) prosedur ini. Yang pertama prosedur laparoskopi, dan yang kedua prosedur operasi dengan sayatan besar.

Kedua prosedur operasi tadi dapat dipilih untuk mengurangi rasa sakit dari endometriosis serta meningkatkan probabilitas untuk hamil kembali.

Sementara, bagi para wanita yang mengidap endometriosis tetap tidak berkeingingan lagi untuk mempunyai keturunan, maka pilihan yang bisa dipilih adalah operasi pengangkatan seluruh rahim.

Biasanya dari operasi tersebut, serviks serta kedua ovarium pun diangkat. Alasannya adalah ovarium dapat memproduksi hormon estrogen yang dapat menyebabkan kambuhnya endometriosis.

Operasi pengangkatan seluruh rahim tersebut sudah pasti akan membuat wanita tersebut tidak akan bisa hamil lagi.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat. 🙂

Leave a Reply